Terkait UN, Mendikbud Digugat Masyarakat ke MK

Jakarta, WartaOtonomi.Com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh tampaknya geram terhadap sejumlah elemen masyarakat yang menggugat hasil ujian nasional (UN) kepada Mahkamah Konsititusi (MK). Sebab, sampai saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) belum menerima panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Kami tidak menerima surat dari pengadilan jadi bagaimana kita bisa datang ke pengadilan. Saya sudah tanyakan ke Pak Sekjen apakah kita dikirimi surat panggilan dan kalaupun ada surat pasti akan kita datangi,” kata Nuh kepada pers saat menyampaikan hasil UN Tahun Ajaran 2011/2012 SMA/MA di Jakarta, Kamis (24/5).

Menurut Nuh, pihaknya selama ini telah menjalankan yang terbaik untuk pelaksanaan UN dan kalau memang dianggap oleh sejumlah pihak untuk dipidanakan dipersilahkan, karena memang semua memiliki hak untuk menilai.

Namun ironisnya, tegas mendikbud, yang pasti kementeriannya sama sekali tidak menerima surat panggilan dari pengadilan negeri terkait ujian nasional. “Tidak mungkinlah kalau kita mau datang ke pengadilan tanpa ada surat panggilan dan kalaupun kita tidak bisa datang maka akan berkirim surat. Kita ini orang baik-baik,” kata Nuh.

Nuh mengemukakan, kementeriannya sudah melakukan sejumlah kajian – UN berhasil memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan nasional sehingga pelaksanaannya akan tetap dilangsungkan.

“Kita sudah mencoba transparan dan menjelaskan beberapa kali manfaat ujian nasional kepada publik. Semua kita buka secara transparan,” tegasnya.

Nuh mengatakan, jika memang ada pihak yang menilai UN merampas hak-hak siswa maka hendaknya dicarikan formula terbaik untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. “Jadi jangan hanya menolak tapi tidak memberikan solusi perbaikan,” tegasnya.

Pada bagian lain, Mendikbud, Mohammad Nuh, menyatakan, dirinya dan jajarannya tidak mengada-ngada mengenai penyelenggaraan UI ini. Sebab, hal ini sudah sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, kita tidak memberikan soal UN yang sifatnya pilihan ganda.

“Justeru soal pilihan ganda itu termasuk soal yang sulit untuk menjawabnya. Sebab, untuk bisa menjawab dengan benar, peserta UN harus mencari jawaban dengan proses sesuai. Sebut saja soal matematika bentuk pecahan. Untuk mengetahui jawaban yang benar peserta harus menyelesaikan dulu prosesnya dan kalau sudah tahu jawabannya, baru dicocokan dengan pilihan jawaban yang ada. Jadi, tidak bisa asal tebak,” tegasnya.(jh/harianterbit)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s